Rabu, 04 Juni 2014

Cerita Tentang Hati

Dia laki-laki yang baru kukenal 6 tahun lalu. Tubuhnya tegap, otot tangan dan kakinya kuat, wajahnya dibingkai sepasang alis tebal yang hampir tersambung. Apabila tersenyum, ada garis-garis di sudut luar matanya. Malas mandi dan cuci muka, tapi kulitnya bersih dan wajahnya tetap bening.

Tidak banyak alasanku untuk sebutkan kenapa bisa begitu mengaguminya. Yang aku lihat, dia selalu ceria. Yang aku lihat, dia pandai bercerita. Tapi yang hanya terlihat bisa jadi bukan berarti sebenarnya. Dari mulutnya, aku tidak hanya mendengar canda, kadangkala terselip duka. Hal yang menurutku beban berat untuk pundaknya yang belum genap berusia 20 tahun.

Ya... Aku sadar, itulah alasan terbesarku mengapa aku memilihnya. Semua orang pasti punya masalah. Tapi ia memilih menumpahkan keluh kesahnya tidak dengan merusak tubuhnya, merusak akal sehatnya, dan merusak imannya.
I love to see the view, from his back ^^

Minggu, 04 Mei 2014

Lomba Call for Paper Unair 2013

Cerita ini sebetulnya udah terjadi satu tahun lalu. Awalnya, gue sama temen gue namanya Bagas pengen coba hal baru dengan ikut lomba nulis paper yang diadain Universitas Airlangga dalam rangka HUT-Komunikasi yang ke-25. Motivasinya sederhana banget, karena ga rela disindir sama salah satu dosen yang bilang kalau almamater kita itu kurang kedengeran gaungnya. Dosen tersebut banding-bandingin kami dengan mahasiswa kampus sebelah yang juga beliau ajar. Jadilah kami berdua ini panas kuping dan semangat banget cari-cari perlombaan yang berhubungan dengan komunikasi.
Sampai akhirnya, kami yang waktu itu masih aktif jadi Ketua dan Sekretaris Umum HIMAKOMnya Kampus, dapet 'kiriman' dari salah satu anggota IMIKI. Kirimannya adalah poster acara HUTKOM 25 UNAIR. Disitu diterangkan ada satu mata lomba yaitu call for paper dengan tema “WUJUDKAN IDEMU UNTUK INDONESIA BARU”. Kami memilih subtema Heritage dan Culture, soalnya Solo kan identik dengan budaya dan ada banyak judul yang bisa kami angkat dari Solo dengan tema tersebut. Kemudian, karena satu tim harus terdiri atas tiga orang, jadi kami cari satu orang lagi untuk dijadikan partner. Pilihan kami jatuh kepada Mbak Bintang, kakak tingkat yang kami nilai bisa diajak kerja bareng sekaligus bisa membimbing kami yang masih 'buta' ini.
Kami bertiga bisa dibilang cukup solid ya... Karena memang yang ngerjain abstrak sampe jadi full paper ya kami bertiga. Berembuk... berembuk... berembuk... akhirnya kami pilih Wayang Orang Sriwedari sebagai topik yang kami angkat di perlombaan ini. Kemudian kami mulai ngerjain abstrak yang pertama banget diseleksi panitia. Sebulan kemudian, pengumuman pun akhirnya muncul. Masih inget banget, waktu itu jam 21.00, kami bertiga pantengin timeline twitter karena pengumuman finalis dilakukan disana. Agak pesimis dikit, dikit aja tapi, karena yang disebut di awal-awal adalah finalis dari universitas-universitas kelas utama hahaha... Alhamdulillah kami lolos, dan diwajibkan ke Surabaya sebulan mendatang untuk mempresentasikan full paper dihadapan juri.
Waktu sebulan kami manfaatkan untuk melakukan riset, ngumpulin informasi dari berbagai sumber, cari data-data, wah... Pokoknya sebulan itu kami sibuuuuk banget. Untungnya semester empat belum terlalu banyak tugas jadi gue dan Bagas asik-asik aja ngejalaninnya, tapi lain dengan Mbak Bintang yang semester 6, dia mulai banyak tugas sehingga yang wara-wiri ke lapangan adalah bagian gue sama Bagas, dan bagian nuangin ke bentuk teks adalah Mbak Bintang. Nah, penulisan paper kami ini difasilitasi dari pihak kampus dengan menunjuk salah satu dosen sebagai dosen pembimbing. Jadi kami rutin seminggu sekali ketemuan sama Dosen Pembimbing yaitu Pak Tomi dan terus melakukan kontak via SMS karena beliau tinggal di Jogja jadi rada sulit untuk ketemuan tiap hari. Sebulan berlalu akhirnya 'anak' kami lahir dengan judul 'Wayang Orang Sriwedari sing Enggal'.
Pertengahan Mei 2013 kami bertiga berangkat ke Surabaya. Sampai terminal Bungurasih, kami dijemput sama panitia yang jadi ibu asuh selama di Surabaya, namanya Memes. Memes nih baiiiikk banget orangnya, dia telaten banget ngurusin kami, nanya udah kebagian makan belum... udah mandi belum... udah punya pacar apa belum... EHEM oke yang terakhir itu karangan gue... Di Surabaya kami para 20 tim finalis tinggal di satu wisma, tapi sayang sekali gue lupa apa nama wismanya, yang gue inget itu wisma deket maal Surabaya Town Square. Gue sekamar sama tim dari Paramadina, sedangkan Mbak Bintang sekamar dengan tim UNPAD. Ga usah tanya bagas yah, gue ga merhatiin dia emang.
Keesokan harinya, kami 20 tim wajib presentasiin fullpapernya. Waktu itu masing-masing tim cuma dikasih waktu presentasi 10 menit+tanya jawab kalau ga salah. Bentar banget kan? Iya emang... Padahal kami pake muter video yang durasinya kuang lebih 4 menitan jadi makin dikitlah waktu presentasi kami.




Presentasi Full Paper Hutkom 25 UNAIR. Itu diriku yang berdiri ^^

Lega banget rasanya ketika selesai presentasi, ga ada lagi yang mengganjal karena kami bertiga puas. Puas karena udah nyelesein tantangan, puas karena bisa jawab pertanyaan juri, dan puas bisa menyampaikan bahwa Wayang Orang masih hidup di Solo :)
Sorenya kami diajak jalan-jalan ke Museum Sampoerna (CMIIW). Museum itu berisi perjalanan Sampoerna sebagai Pabrik Rokok besar di Indonesia. Namanya juga ABG, foto-foto terooos...




Di Museum Sampoerna (CMIIW) sama Memes
hari selanjutanya, kami ikut Seminar Nasional HUTKOM 25 UNAIR, abis itu pengumuman. Kami ga berharap besar untuk pulang bawa hadiah, karena niat awal kami memang pengen jawab tantangan dari dosen yang nyindir kami itu, kalau akhirnya Tuhan berkata lain, itu bonus, iya gak? Dan benar, yang jadi juara adalah salah satu tim dari Universitas Indonesia. Mereka emang bagus ide dan isi full papernya, jadi kalau menang ya ga ada yang aneh. Abis pengumuman dan sebelum balik lagi ke Solo, foto-foto lagi....

Makasih Mbak Bintang, Bagas, Pak Tomi, Panitia HUTKOM UNAIR dan temen-temen 20 finalis terbaik, gue belajar banyak dari kalian semua... ^^

Selasa, 19 Juni 2012

Dampak Musik, Lirik Lagu dan Video Musik Terhadap Anak-anak dan Remaja

Kemarin, gue dapet tugas makul Komunikasi Massa buat nge-resume sebuah jurnal dari American Academy of Pediatrics. Isinya itu ngebahas soal riset yang dilakukan beberapa lembaga disana tentang dampak musik buat anak-anak dan remaja. Cukup menarik isinya, jadi gue berkeinginan buat share disini.




Setiap hari kita pasti mendengarkan musik, entah itu hanya berupa instrumen ataupun lagu-lagu yang sedang populer. Lagu-lagu populer biasanya diperdengarkan di tempat-tempat umum, seperti: di supermarket, angkutan umum,dll. Itulah yang menyebabkan anak-anak mendengarkan lagu yang seharusnya tidak mereka konsumsi. Pada lagu-lagu populer, terdapat banyak kekerasan. Kekerasan disini bukan hanya yang bersifat fisik tapi juga batiniah. Lagu-lagu tersebut berisi muatan-muatan seksual, penyalahgunaan zat, perkelahian, dan masih banyak lagi.
Sebuah studi melaporkan bahwa remaja menggunakan musik untuk menemani mereka dalam kesendirian. Musik dapat mengontrol emosi dan juga mood mereka. Pada remaja putri, musik merefleksikan emosi mereka, sedangkan pada remaja putra, musik adalah suatu rangsangan untuk menaikkan level energi mereka, juga untuk meciptakan citra positif dalam diri mereka.
Selain itu, musik juga memainkan peran dalam pembentukan identitas remaja yang bergantung pada tipe musik apa yang mereka sukai. Tipe musik berkaitan dengan perilaku remaja. Beberapa musik rock dan heavy metal dilaporkan banyak dikaitkan dengan kasus-kasus bunuh diri pada anak dan remaja. Penyuka heavy metal lebih banyak memilika masalah dengan sekolahnya dibandingkan dengan remaja-remaja yang bukan fans dari tipe musik tersebut.
Lirik lagu menjadi lebih eksplisit lagi memberikan referensi bagi anak tentang kekerasan. Riset yang dilakukan oleh National Institute on Media pada 1999 menunjukkan bahwa pada setiap satu keping CD taerdapat setidaknya satu lagu yang mengandung unsur seksual. banyak orang berpendapat bahwa anak-anak dan remaja hanya menggunakan musik sebagai sarana hiburan, mereka sama sekali tidak mengetahui maksud dari lagu tersebut. Tetapi, sebuah studimenunjukkan kebalikannya. 17 % remaja pria dan 25 % remaja wanita mengaku bahwa merek menyukai lagu favorit mereka karena lagu tersebut merefleksikan perasaan mereka. Knobloch dkk. mengatakan walaupun remaja tidak mengetahui isi lagu secara detail, namun mreka mengetahui makananya secara general.
Selain itu, video musik tidak kalah penting untuk kita perhatikan. Pada video musik, unsur audio dan visual ditampilkan secara bersamaan. Konsep dari suatu video musik itu sendiri bisa jadi merupakan pengembangan dari lagunya. Video musik tersebut biasanya menambahkan unsur-unsur di luar liriknya yang dapat memberikan penafsiran yang berbeda-beda setiap kali video musik itu ditampilkan.
Saran bagi para pemerhati anak dan juga orang tua ialah:
1.      Pemerhati anak harus akrab dengan peran musik dalam kehidupan anak-anak dan remaja dan mengidentifikasi pilihan musik pasien mereka sebagai petunjuk untuk konflik emosinal anak
2.      Pemerhati anak harus akrab dengan literatur mengenai efek musik terhadap anak-anak dan remaja
3.      Pemerhati anak dan juga orangtua harus mengikuti perkembangan yang ada di media 
4.     Industri musik harus memiliki tema yang baik pada pembuatan video musiknya

Selasa, 28 Februari 2012

First post :)


Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, blog ini resmi dibuka, cekakak cekakak.
Sebelumnya gue perkenalan diri dulu nih. Gue Maya, Mahasiswi semester 2 di salah satu Perguruan Tinggi Swasta yang ada di Jawa Tengah. Mungkin gue termasuk orang kuper kali yah hari gini baru bikin blog. Tapi gapapa, lebih baik telat daripada tidak sama sekali. Hahaha...
Gue coba ikut-ikut bikin blog ini tujuannya adalah untuk latihan nulis. Secara gue sadar, jurusan yang sedang gue tempuh sekarang ini tuh banyak banget kegiatan nulisnnya. Dan jujur aja, gue interest banget ama yang namanya dunia Jurnalistik dimana orang-orang yang terlibat di dalamnya adalah orang-orang yang harus jago nulis.
Harapan gue, gue bisa tetep kosisten sama tujuan awal gue membuat blog ini. Sehingga apa yang gue cita-citakan bisa tercapai. Aamiin...